Dalam REOI, pihak pemilik proyek mengumumkan kebutuhan layanan atau pekerjaan secara ringkas, sekaligus mengundang perusahaan yang berminat untuk menyampaikan dokumen minat (Expression of Interest/EOI). Dokumen ini umumnya berisi profil perusahaan, pengalaman relevan, kompetensi teknis, tenaga ahli kunci, serta bukti kemampuan melaksanakan pekerjaan. Tujuan utama REOI adalah menyaring peserta berdasarkan kualifikasi awal sehingga hanya perusahaan yang memenuhi persyaratan minimum yang diundang mengikuti tahap selanjutnya, seperti Request for Proposal (RFP) atau Request for Quotation (RFQ).
Dokumen REOI biasanya memuat informasi:
- Gambaran umum proyek, termasuk ruang lingkup pekerjaan.
- Persyaratan kualifikasi minimum, seperti pengalaman relevan, izin usaha, dan keahlian teknis.
- Instruksi penyampaian EOI, termasuk format, batas waktu, dan alamat pengiriman.
- Kriteria seleksi awal, misalnya pengalaman proyek serupa, kapasitas personel, atau kemampuan finansial.
- Informasi mengenai proses tender lanjutan, seperti apakah setelah REOI akan diterbitkan RFP/RFQ kepada peserta yang lolos.
Tahap REOI meningkatkan efisiensi dan kualitas proses pengadaan karena pemilik proyek dapat memastikan bahwa kandidat yang melanjutkan ke tahap penawaran adalah pihak-pihak yang secara teknis dan pengalaman benar-benar kompeten. Ini juga membantu memperluas partisipasi pasar, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa persaingan di tahap tender berikutnya berlangsung secara sehat dan profesional.
Setelah proses REOI, pemilik proyek menghasilkan:
- Daftar pendek perusahaan yang lolos, yang akan menerima undangan untuk mengajukan proposal detail.
- Dokumentasi transparan yang menunjukkan proses seleksi dilakukan secara objektif.
- Pemahaman tentang kondisi pasar, seperti jumlah peserta, tingkat kompetensi, dan estimasi kebutuhan proyek.

Komentar
Posting Komentar