Langsung ke konten utama

Saat "Injury Time", Satu Detik Bisa Berarti Milyaran Rupiah

upload dokumen tender

 Jika mendengar kata 'injury time", maka sebagian besar dari kita akan langsung berpikir tentang sepak bola. Karena kata tersebut memang sangat familiar bagi komunitas pecinta sepak bola. Tentu saja meski identik dengan pertandingan sepak bola, tulisan ini tidak akan membahas tentang olah raga tersebut. Dalam tulisan ini, "injury time" hanya untuk menggambarkan waktu yang sangat krusial menjelang berakhirnya batas waktu (deadline) pemasukan dokumen lelang suatu proyek. Seperti telah dibahas pada tulisan sebelumnya, dalam proses lelang proyek, pihak panitia pengadaan selalu memberikan batas waktu (deadline) bagi konsultan untuk mengirim/memasukkan dokumen lelangnya baik itu yang dilakukan secara online maupun tidak.

Saat "injury time" dikatakan sangat krusial karena pada saat tersebut bisa dikatakan "periode lengah" bagi tim penyusun dokumen tender tersebut. Kelengahan tersebut bisa disebabkan oleh (i) kelelahan baik fisik maupun pikiran, maupun kelengahan yang disebabkan karena (ii) mental tim penyusun beranggapan bahwa mereka sudah pasti memenangkan tender proyek tersebut.

Terkait item (i) di atas, kelelahan fisik dan pikiran tim penyusun dokumen tender di saat "injury time" merupakan sesuatu yang wajar dan manusiawi. Sebagai informasi, dalam dunia konsultan penyiapan dokumen tender biasanya dilakukan secara marathon (siang dan malam) dan akan lebih intensif lagi saat menjelang batas waktu yang telah ditentukan. Kondisi tersebut tentu saja menguras energi dan pikiran yang berujung pada kelelahan, sehingga di saat "injury time" konsentrasi sering buyar yang bisa berakibat tidak terpenuhinya beberapa persyaratan dokumen atau keterlambatan pemasukan dokumen.

Sedangkan terkait dengan item (ii) di atas, anggapan bahwa kemenangan yang telah terbayang di depan mata justru sering membuat kelengahan yang memabukkan. Pada kondisi demikian biasanya tim penyusun dokumen tender akan meremehkan kualitas dan kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan yang justru bisa menggugurkan konsultan dalam proses lelang.

Jika nilai proyek yang ditenderkan tersebut adalah cukup besar serta dengan mengacu pada uraian tersebut di atas, maka dapat dikatakan bahwa pada saat "injury time", satu detik bisa berarti milyaran rupiah. Jangan pernah menganggap "pertandingan" telah usai sebelum batas waktu berakhir, karena segala kemungkinan masih bisa terjadi terutama di saat "periode lengah" dalam suatu proses penyusunan dokumen tender. Kemenangan yang telah terbayang di depan mata, bisa lenyap gara-gara tidak waspada pada saat "injury time". Begitu pula sebaliknya kekalahan yang kelihatannya sudah akan menjadi hasil akhir, bisa berubah menjadi kemenangan yang manis jika ternyata kompetitor kita justru lengah di saat injury time tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Marindro

MARINDRO . Pria kelahiran Semarang, 19 Januari 1970 ini merupakan Sarjana (S1) di bidang Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan lulusan Institut Pertanian Bogor tahun 1994. Selama kurang lebih 7 tahun, Marindro menekuni karirnya di bidang pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Pengalaman kerjanya di bidang perikanan meliputi: (1) Sebagai Asisten Teknisi Tambak Udang pada usaha tambak perorangan di wilayah Kabupaten Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat tahun 1994 – 1996, (2) sebagai Supervisor pada PT. Dipasena Citra Darmaja, Provinsi Lampung tahun 1996 – 1999. Pada periode ini, Marindro pernah meraih penghargaan sebagai salah satu Supervisor Unggulan di bidang produksi, (3) sebagai Teknisi Tambak Udang pada PT Sariwindu Pasific Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tahun 2000, dan (4) sebagai Staf Operasional di PT. Tirta Raya Mina (Persero) Jakarta, tahun 2001. Pada tahun 2002, Marindro mulai terjun ke bidang konsultan bidang manajemen proyek sebagai Ahli Oseanografi dan Perikanan...

Unsur Penilaian Kualifikasi Tenaga Ahli Proyek

Dalam proses tender sebuah proyek, komposisi tenaga ahli yang diusulkan untuk menangani proyek tersebut memiliki arti yang sangat penting dalam penilaian dokumen penawaran yang diajukan. Secara substansi, komposisi tenaga ahli masuk dalam dokumen proposal teknis dan memiliki bobot penilaian yang relatif paling tinggi dibandingkan unsur teknis lainnya (terutama untuk pekerjaan yang terkait dengan konsultan manajemen). Pihak konsultan perlu mencermati benar komposisi dan kualifikasi tenaga ahli yang telah disyaratkan oleh pihak klien agar dapat nilai yang optimal dari komposisi tenaga ahli yang diusulkannya tersebut. Dalam proses seleksi kandidat tenaga ahli yang akan diusulkan, pihak konsultan sudah semestinya melakukan penilaian awal terlebih dahulu terhadap kualifikasi makro yang dimiliki para kandidat tenaga ahli melalui curriculum vitaenya. Proses selanjutnya adalah melakukan scoring dan pembobotan untuk mengetahui kualifikasi mikro kandidat tenaga ahli tersebut. Secara umum, ada ti...

Mengenal Consultant Management System (CMS) ADB

Asian Development Bank (ADB) merupakan lembaga keuangan multilateral yang didedikasikan untuk mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik melalui pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan ramah lingkungan. ADB juga merupakan salah satu donor internasional yang memberikan pembiayaan, pinjaman, bantuan teknis, dan layanan konsultasi untuk mendukung proyek-proyek di negara berkembang anggotanya Consultant Management System (CMS) ADB adalah sebuah portal online (e-Procurement) yang disediakan oleh Asian Development Bank yang berisi informasi seputar pengadaan jasa layanan konsultan yang ditujukan kepada individual konsultan maupun perusahaan konsultan. Jika kita sudah melakukan registrasi di CMS ADB maka kita akan memperoleh CMS Registration Number dan informasi peluang proyek secara berkala baik itu proyek nasional maupun internasional. Pada halaman beranda CMS ADB terdapat beberapa menu yang memungkinkan kita dapat memperoleh informasi terkait peluang proyek yang dapat diikuti...

Total Pengunjung