Langsung ke konten utama

Mengenal Istilah Internal Working Budget (IWB) dalam Pengelolaan Proyek

project budget planning
Keberhasilan pengelolaan suatu proyek dapat dijadikan sebagai salah satu indikator kinerja perusahaan konsultan khususnya bagi pihak tim pengelolanya yang diserahi tanggung jawab dalam pelaksanaan proyek tersebut. Dari sisi perusahaan konsultan sebagai perusahaan yang berorientasi pada keuntungan (profit oriented} tentu saja indikator keberhasilan pengelolaan proyek adalah nilai keuntungan finansial yang akan didapat dari proyek tersebut. Bagaimanapun juga dengan keuntungan finansial dari proyek-proyek yang ditanganinya sebuah perusahaan akan mampu bertahan dalam menjalankan usaha bisnisnya.

Salah satu instrumen yang dapat digunakan sebagai alat kontrol pengeluaran biaya dalam pelaksanaan suatu proyek adalah “internal working budget” (IWB) atau ada juga yang menyebutnya sebagai Rencana Anggaran Biaya Proyek Perusahaan (RABPP). Sesuai dengan istilahnya, maka IWB dapat diartikan sebagai rencana anggaran biaya proyek yang disusun secara internal oleh manajemen perusahaan sebagai acuan pengeluaran biaya yang harus diikuti oleh tim pengelola proyek yang ditunjuk selama pelaksanaan proyek.

IWB sendiri disusun berdasarkan Rencana Anggaran Biaya yang tercantum dalam kontrak kerja telah disepakati bersama. Jadi dapat dikatakan IWB merupakan rencana alokasi anggaran riil yang akan dikeluarkan oleh perusahaan berdasarkan struktur biaya yang ada didalam kontrak ditambah jenis pengeluaran internal yang telah dan akan dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.

Secara garis besar substansi struktur biaya yang ada dalam sebuah IWB, antara lain sebagai berikut:

  1. Biaya riil personil yang meliputi biaya yang akan digunakan untuk membayar tenaga ahli dan staf pendukung. Biaya riil ini sangat tergantung pada hasil negosiasi antara pihak manajemen perusahaan dengan tenaga ahli dan staf pendukung yang bersangkutan. Selisih antara biaya personil versi IWB dengan kontrak kerja merupakan profit bagi perusahaan
  2. Biaya riil non personil yang meliputi alokasi biaya yang akan digunakan untuk membayar keperluan pelaksanaan proyek di luar biaya personil. Jika perusahaan bisa melakukan penghematan di biaya non personil, maka selisih itu dapat menjadi profit bagi perusahaan.
  3. Biaya internal yang telah dan akan dikeluarkan oleh perusahaan (management costs) selama pelaksanaan proyek. Biaya ini tidak tercantum dalam struktur kontrak kerja. Contoh dari management cost adalah: pajak-pajak yang harus dibayarkan, biaya awal (initial cost) yang telah dikeluarkan perusahaan pada saat proses pemenangan proyek, tersebut, biaya asuransi dan kesejahteraan, dan biaya lainnya yang tidak bisa disebutkan dalam artikel ini.

Dari struktur biaya suatu IWB seperti tersebut di atas, maka perusahaan dapat memperkirakan dan menentukan target profit finansial yang akan didapatkan. Satu hal yang harus diperhatikan oleh manajemen perusahaan dalam menyusun IWB adalah tingkat kewajaran dari satuan biaya dan unit satuan yang digunakan masih dalam koridor “keamanan dan kenyamanan” dari tim pemeriksa proyek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Marindro

MARINDRO . Pria kelahiran Semarang, 19 Januari 1970 ini merupakan Sarjana (S1) di bidang Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan lulusan Institut Pertanian Bogor tahun 1994. Selama kurang lebih 7 tahun, Marindro menekuni karirnya di bidang pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Pengalaman kerjanya di bidang perikanan meliputi: (1) Sebagai Asisten Teknisi Tambak Udang pada usaha tambak perorangan di wilayah Kabupaten Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat tahun 1994 – 1996, (2) sebagai Supervisor pada PT. Dipasena Citra Darmaja, Provinsi Lampung tahun 1996 – 1999. Pada periode ini, Marindro pernah meraih penghargaan sebagai salah satu Supervisor Unggulan di bidang produksi, (3) sebagai Teknisi Tambak Udang pada PT Sariwindu Pasific Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tahun 2000, dan (4) sebagai Staf Operasional di PT. Tirta Raya Mina (Persero) Jakarta, tahun 2001. Pada tahun 2002, Marindro mulai terjun ke bidang konsultan bidang manajemen proyek sebagai Ahli Oseanografi dan Perikanan...

Unsur Penilaian Kualifikasi Tenaga Ahli Proyek

Dalam proses tender sebuah proyek, komposisi tenaga ahli yang diusulkan untuk menangani proyek tersebut memiliki arti yang sangat penting dalam penilaian dokumen penawaran yang diajukan. Secara substansi, komposisi tenaga ahli masuk dalam dokumen proposal teknis dan memiliki bobot penilaian yang relatif paling tinggi dibandingkan unsur teknis lainnya (terutama untuk pekerjaan yang terkait dengan konsultan manajemen). Pihak konsultan perlu mencermati benar komposisi dan kualifikasi tenaga ahli yang telah disyaratkan oleh pihak klien agar dapat nilai yang optimal dari komposisi tenaga ahli yang diusulkannya tersebut. Dalam proses seleksi kandidat tenaga ahli yang akan diusulkan, pihak konsultan sudah semestinya melakukan penilaian awal terlebih dahulu terhadap kualifikasi makro yang dimiliki para kandidat tenaga ahli melalui curriculum vitaenya. Proses selanjutnya adalah melakukan scoring dan pembobotan untuk mengetahui kualifikasi mikro kandidat tenaga ahli tersebut. Secara umum, ada ti...

Upload Dokumen Tender Saat Injury Time adalah Uji Nyali

Pada proses pengadaan proyek yang dilakukan secara online, mengunggah (upload) dokumen tender merupakan kegiatan paling akhir dari serangkaian proses penyiapan dan penyusunan dokumen tender itu sendiri. Tidak seperti tender offline, maka pada tender sistem online dokumen yang perlu dikirim adalah berupa "softcopy" melalui proses upload. Kecepatan proses upload itu sendiri sangat tergantung dari besarnya memori file, koneksi internet, tingkat "kesibukan" server panitia lelang dan perangkat komputer/laptop yang digunakan. Proses upload dokumen tender tidak akan menjadi sesuatu hal yang menegangkan jika semua dokumen yang akan diupload sudah siap dan rapi maksimal pada saat H-1. Sebaliknya jika pada saat kritis (injury time) dokumen yang akan diupload masih acak-acakan, maka proses upload akan menjadi sesuatu yang sangat menegangkan dan "mencekam" bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Situasi tersebut di atas akan semakin kacau jika memori file yang aka...

Total Pengunjung